Episode 24

Setelah itu, aku bergaul dengan siswa lain untuk pengalaman kelas.

Kupikir aku tak akan bisa mengikuti pelajaran kelas, tetapi tidak seperti itu, pelarajannya tidak berbeda dengan sekolahku.

Namun, isinya cukup bagus.

Aku seharusnya mengikuti kelas dengan pelajaran yang sama dengan yang kupelajari di sekolahku, tetapi penjelasannya berbeda.

Aku pikir itu akan membosankan, tetapi aku menikmatinya secara normal.

Mereka menyusun berbagai ide untuk mengajar seperti menggunakan manga dan permainan sebagai kiasan.

Note : manga = komik hitam putih. sebenarnya ini ada versi komiknya tapi masih 5 chapter dan diupdate 1 bulan sekali, jalan ceritanya agak berbeda dari ini.

Dan apa yang kurasakan setelah mengikuti kelas adalah perasaan jarak antara guru dan siswa.

Perasaan antara guru dan siswa sangat indah di sekolah ini.

Meskipun mereka berhubungan baik, mereka memiliki garis yang jelas antara guru dan siswa, dan aku terkejut dengan mereka yang bisa melakukannya dengan baik.

Setelah pelajaran pagi itu, aku sekarang sedang istirahat makan siang.

“Oh, Hyoudou-san. Terima kasih untuk buku pelajarannya. “

“…Hmm, tak usah khawatir.”

Meskipun aku akan mengambil kelas, aku tidak punya buku pelajaran, dan gadis yang berkesan keren ─ Yukine Hyoudou-san yang duduk di sebelahku membantuku dengan menunjukkan buku teksnya.

Hyoudou-san memiliki rambut biru muda dan potongan pendek yang memberi kesan dingin padanya, dan matanya selalu terlihat setengah terbuka dan mengantuk.

Seragam sekolahnya yang modis dipadukan dengan kalung(choker) tampak seperti anggota band musikal.

Pada pandangan pertama, Hyoudou-san memiliki atmosfer yang sulit untuk diajak bicara, tetapi dia sangat baik ketika aku mencoba untuk berbicara dengan keberanian. 

Ketika aku mengucapkan terima kasih pada Hyoudou-san, Pintu kelas terbuka tiba-tiba dengan kuat.

“Yukineー! Sarapan, Ayo kita makanー!”

Orang yang datang ke kelas adalah seorang siswa perempuan tinggi yang terlihat’mencolok’ dengan baik.

Rambutnya yang merah panjang dan mata merahnya yang besar bersinar.

Suasana di sekitarnya menyenangkan, tapi kelihatannya benar-benar seperti perempuan bule, dan berjalan menuju meja Hyoudou-san.

Hyoudou-san menghela nafas pada siswi perempuan yang baru masuk.

“Ha~a.. Akari. Masuklah sedikit lebih pelan.”

“Hmm? Ah, Baiklah~! Baiklah~! Lain kali aku kan berhati-hati!”

“..Selalu begitu. Aku sudah menyerah”

Ketika Hyodou-san menghela nafas lagi seolah-olah menyerah, siswa perempuan tinggi itu memperhatikanku.

“Hm.. Siapa? Aku tak pernah melihat mukamu.”

“Eh, Ah, Hari ini aku mengikuti pengalaman kelas Yuuya Tenjou.”

“Oh? Pengalaman? Entah kenapa aku tak mengerti, Senang bertemu denganmu! Saya Shiranui Akari! Kita seumuran, Aku tak perlu honorifik! Kamu bebas memanggilku dengan Shiranui atau Akari, panggil saja sesukamu!”

Note : mungkin namanya itu kalau ada yang saran lain silahkan Raw ; 不知火灯

Seorang siswa perempuan yang tinggi ――――  Shiranui Akari, tertawa sambil tersenyum.

Dengan menahan emosi terhadap perkembangan ini, Hyoudou-san berkata.

“..Akari, Apa kita tidak akan pergi makan?”

“Hmm? Ah- Benar juga! Ayo cepat pergi!”

Kemudian, Akari pergi ke pintu masuk kelas bersama Hyodou-san.

“Yang benar saja.. Yuuya. Maaf ya”

“Ah, tak usah dipikirkan”

“Hm.. Seperti yang dikatakan Akari, tak perlu honorifik. Memanggilku Yukine juga tidak apa. Aku  juga akan memanggilmu Yuuya.”

“Ka-kalau begitu..”

Hyoudou ―――― Bukan, aku mengangguk atas perkataan Yukine.

“Oi~, Cepatlah Kemari~!”

“..Ha~a. Sampai jumpa.”

Aku mendengar bahwa Akari tidak bisa menunggu dipintu masuk, dan Ketika Yukine menghela nafas, Ia pergi mendatangi Akari.

Keadaan tiba-tiba menjadi sunyi karena tidak ada Akari dan Yukine.

Namun, itu hanya peristiwa sesaat.

Soalnya ――――.

“Hei, hei, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan!”

“Dari SMA mana kamu?”

“Apakah kamu belajar sesuatu?”

“Ah, bagaimana dengan kegiatan klub?”

“Hei, hei! Kamu punya pacar?”

“Mungkinkah kamu seorang Artis?”

“Ah, eh, um…”

――――Sambutan hangat, juga aku dihadapkan dengan pertanyaan.

Setelah Yukine dan Akari pergi, para siswa di kelas bergegas bersamaan seolah-olah mereka sedang menunggu.

Selain itu, pertanyaan dari rasa ingin tahu yang murni adalah sesuatu yang belum pernah kualami sebelumnya, dan aku bertanya-tanya bagaimana merespons.

… Bagaimanapun, siswa pindahan dan siswa masuk khusus adalah mata hal yang menjadi perhatian. Padahal aku sebenarnya hanyalah melakukan percobaan.

Aku tidak membencinya, tetapi aku bingung karena aku tak tahu harus berbuat apa, dan kemudian seorang siswa lelaki menenangkan semua orang.

“Oi, Oi, kau menyusahkan Tenjou, kau tahu? Ini masih jam makan siang, jadi mari kita tenang dulu, oke?”

Murid laki-laki itu adalah lelaki tampan dengan rambut cokelat agak pendek dan senyum ramah. Dia jauh lebih tampan daripada adik lelaki-ku atau model pria yang datang di pemotretan tempo hari.

Meskipun rambutnya dicat, aku tidak mendapat kesan bahwa dia berandalan, dan sebaliknya, aku mendapat kesan bahwa dia adalah olahragawan yang menyegarkan.

Saat dia berbicara, semua orang yang bertanya padaku meminta maaf.

“Ah, maafkan aku!”

“Aku tidak bermaksud melakukan hal-hal buruk.”

“Aku akan bertanya tentangmu lagi sepulang sekolah!”

“Ah iya.”

Semua orang meminta maaf dan masing-masing mulai bergerak untuk makan siang. Melihat mereka, siswa laki-laki itu memanggilku.

“Maafkan aku. Mereka hanya tertarik padamu, termasuk diriku. “

“Eh? Ah iya. Terima kasih! Uh … “

“Aku Ryo Igarashi. Ryo saja tidak apa. Apakah tidak apa-apa jika aku memanggilmu Yuuya juga? Salam Kenal.”

Murid lelaki ─ Ryo mengatakannya dengan senyum yang menyegarkan. Wah.. senyumnya menyilaukan. Aku memicingkan mataku tanpa sengaja, Ryo memiringkan kepalanya dengan rasa ingin tahu.

“Hmm. Apa yang salah?”

“Tidak … Ini hanya menyilaukan …”

“Eh? Apa itu, mengatakan sesuatu yang aneh. “

Ryo tersenyum lebih menyilaukan. Yap, mataku akan runtuh.

“Ah, ya. Kau tidak tahu di mana kantin sekolah ini, bukan? Ingin ikut denganku? “

“Oh, apa tidak apa-apa?”

“Ya, kamu tidak akan mengatakan tidak, kan? Ayo pergi! “

Ada apa dengan ikemen ini. Aku merasa aku akan jatuh cinta, tetapi aku tidak bisa jatuh cinta pada seorang pria.

“Aku akan mengikuti kata-katamu kalau begitu.”

“Ya, bisakah aku mengajak teman lain?”

“Tidak masalah.”

Menjawab demikian dan Ryo memanggil temannya.

“A-aku Shingo Kurata. S-senang bertemu denganmu, Yu-Yuuya-kun. ”

Itu adalah siswa laki-laki yang mengenakan kacamata dan tampak malu-malu. ..Yap, aku merasakan keintiman dengannya. Namun, ini semacam kombinasi yang menarik ..Kupikir teman Ryo akan menjadi olahragawan, tetapi Shingo-kun memiliki kesan polos. Aku punya pertanyaan seperti itu, tetapi misterinya segera terpecahkan.

“Hei, Shingo! Apakah Kau Menonton ‘Super Heavy Machinery God Robo’ kemarin? “

“A-Aku menontonnya.”

“Apakah begitu!? Itu adalah hal populer saat ini! Hei, beri tahu aku jika ada anime atau tokusatsu menarik lainnya! ”

Note : Tokusatsu adalah salah satu bentuk hiburan Jepang yang sangat populer, dan memiliki banyak genre, misal Kaiju monster (sumber wiki)

“Y-ya. Tentu saja..!”

Rupanya, Ryo telah diajarkan anime yang direkomendasikan dari Shingo-kun. Maksudku.. Dia adalah seorang ikemen dan orang yang memiliki kesukaan pada bagian budaya ..Ya ampun. Tapi kupikir itu bagus.

Ketika memalingkan muka, Ryo berbicara kepadaku.

“Oh, apa kamu nonton anime Yuuya? Aku mulai menontonnya baru-baru ini, tetapi ini sangat menarik! “

…Ryo adalah anak yang baik. 

Aku bisa menyadarinya dalam waktu singkat ini.