Episode 23

“Baiklah, duduk ditempat kalian. Kita baru saja menyelesaikan homeroom, tapi aku punya satu hal lain untuk disampaikan.”

Note : homeroom = Homeroom adalah suatu program kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar guru dapat mengenal peserta didiknya lebih baik, sehingga dapat membantunya secara efisien?. sumber google raw = ホームルーム

Seorang guru laki-laki dengan mantle putih yang agak longgar berbicara kepada muridnya dikelas.

Sensei yang terlihat tak acuh, tampaknya juga mengajar sains, kelasnya mudah dimengerti, dan juga ia dicintai oleh siswanya.

Salah satu siswa menyimak perkataan sensei tersebut. 

“Hai hai hai! Apa yang ingin disampaikan?”

“Oi, Turunkan tanganmu segera. Aku akan mengatakannya sekarang bodoh”




Aku tak berpikir itu termasuk percakapan terhadap siswa, Tapi kelas dipenuhi dengan tawa yang ringan.

“Dengarkan baik-baik. Hari ini, aku bertanggung jawab atas seseorang yang akan mencoba mendapatkan pengalaman pribadi di sekolah ini, orang tersebut akan berada di kelas ini.”

“!”

Saat sensei berkata demikian, kelas mulai berisik.

Sudah kuduga, disekolah manapun murid pindahan sangat jarang.

Kemudian, siswa yang mengajukan pertanyaan bertanya lagi.

“Hai hai hai! Apa ia laki-laki, ataukah perempuan?”

“Baiklah, untuk yang mengangkat tangannya aku hanya akan mengatakannya sekali jadi dengarkan baik baik oke. Ya biarlah. Dia adalah laki-laki.”

Kali ini sensei menyatakannya dengan jelas.

Anak laki-laki menunjukkan kekecewaan yang jelas, dan anak perempuan sebaliknya, dan siswa mulai berbicara tentang siswa seperti apa yang akan datang.

Namun, anak laki-laki tidak begitu berkecil hati, dan mereka mulai bersemangat tentang topik yang sama dengan anak perempuan.

“Yah, Kalian boleh antusias tapi, aku tak punya banyak waktu. Aku masih harus mengajar setelah ini. Kalau begitu, bisakah kamu masuk sekarang?”

Setelah sensei berkata demikian, dia melihat ke arah siswa dengan tersenyum.

“Bukankah ini mengejutkan”

“?”

Aku tidak bisa mengerti arti dari perkataan sensei, dan ketika para siswa memiringkan kepala mereka, akhirnya Yuuya memasuki ruang kelas.

***




Aku―――― Yuuya Tenjou, aku memutuskan untuk mencoba pengalaman satu hari hari ini atas saran dari Tsukasa-san, aku dibawa ke depan kelas oleh sensei yang menjagaku.

Ngomong-ngomong tentang Kaori, kami berbeda kelas, jadi berpisah dalam perjalanan.

….Aku benar-benar sangat gugup.

Namun, berkat guru itu, aku lebih santai dari sebelumnya. 

Ngomong-ngomong, karena ini sekolah menengah yang sangat elit, aku pikir gurunya sangat ketat, tetapi guru itu sangat santai.

Menurut Tsukasa-san, ia tampaknya sangat baik dan dipercaya oleh murid-muridnya.

Aku tak tahu apakah bisa bertahan secara mental jika gurunya terlalu ketat. 

Apa pun masalahnya, anggaplah guru yang bertanggung jawab adalah orang yang baik.

Bagaimanapun, aku harus berkenalan setelah memasuki ruang kelas.

aku melakukan kerja paruh waktu, jadi tidak ada yang bisa kusebut hobi.. Hah? Ini gawat untuk memperkenalkan diri sendiri, bukan?

Ga-gawat… -Bagaimana ini.. 

Kupikir aku lebih santai, tetapi dengan ini, aku mulai gugup lagi.

“Oi, Kau bisa masuk”

Bagaimana ini bagaimana ini dan saat kepalaku berpikir keras, sensei menyuruhku untuk masuk.

…Eeeii, masa depanku.. Entah bagaimana akan melakukannya!

Aku tak mengerti apa yang menjadi tugas orang lain dan akhirnya melakukan semua hal sendiri, tetapi aku tidak pernah pergi ke kelas untuk sesuatu seperti ini.

“Eh!?”

E?

Hal pertama yang kurasakan ketika masuk adalah tatapan siswa.

Ini tidak aneh karena aku seorang siswa pindahan dan memperkenalkan diri.


Namun, akutidak yakin tentang kejutan besar yang terjadi setelahnya.

Aku berdiri di depan papan tulis, bertanya-tanya bahwa semua orang di kelas memiliki mata bulat dan tertegun.

“Oke, kalau begitu perkenalkan dirimu dengan cepat.”

“Y-ya. Namaku Tenjou Yuuya. Kali ini, aku akan berpartisipasi dalam kelas ini sebagai siswa uji coba. Senang bertemu denganmu.”

Aku mengatakan itu dan menundukkan kepalaku, dan saat aku mengangkat kepalaku, tidak ada reaksi yang kembali dengan semua orang masih tercengang. Eh, bisakah aku menangis sekarang?

Aku hampir menangis tanpa sadar, tetapi guru yang tertawa aneh karena suatu alasan mengirim kapal penyelamat.

“Kukuku.. Oi, sampai kapan kalian seperti itu. Ia terganggu…. Baiklah, Tenjou. Kau duduk di bagian belakang jendela itu.”

“Ba-baik”

Dengan instruksi sensei, aku duduk di kursi yang ditunjuk dan menyapa siswa di sebelah.

“Etto.. Salam kenal”

“Ah.. um… Salam kenal juga.”

Siswa di sebelah kursiku adalah seorang siswa perempuan yang entah bagaimana mendapat kesan keren dengan gaya rambut pendek.

Dia memiliki kalung di lehernya, tapi.. Apakah aksesori semacam ini tidak dilarang?

Apa pun itu, itu adalah pemandangan yang tidak bisa kulihat di sekolahku kecuali untuk hal buruk. Asesoris dilarang, dan tentu saja, Kau juga tidak bisa mewarnai rambutmu. Namun, banyak siswa yang mewarnai rambut mereka di kelas ini, dan mereka juga mengenakan aksesoris yang modis.

Ketika memikirkan hal seperti itu, sensei bertepuk tangan sekali.

“Hei, semuanya, kembali sekarang. Kelas akan segera dimulai.”

Dia berkata begitu, tapi itu hanya satu menit setelahnya, semua orang mulai bergerak dengan sungguh-sungguh.