Episode 22

“――――――”

Sementara aku masih tak bisa mengikuti alur yang tiba-tiba, aku perhatikan bahwa aku telah tiba di depan gerbang sekolah ‘Ousei Gakuen’.

Suatu hal indah yang dapat dianggap sebagai gerbang sekolah, yang tampak seperti di Istana barat, melompat ke arahku. 

Tak hanya itu, disisi lain gerbang, ada bangunan sekolah yang besar dan luas tampak seperti istana.

Tidak, emm, itu..

Sangat besar.

“Selamat datang di ‘Ousei Gakuen’!.”

Houjou-san berkata padaku yang masih tertegun.

Kemudian, entah bagaimana, aku dibawa saat masih menghayal oleh Houjou-san dan melewati gerbang sekolah.

Sepertinya waktu pelajaran sudah dimulai, aku tak melihat siswa selain kami.

“A-apa.. kamu baik baik saja?”

“Ada apa itu?”

“Um.. sepertinya tak ada siswa di sekitar dan pelajaran sudah dimulai…”

Sebagai pelajar, aku takut terlambat, aku bertanya-tanya apakah ia tak apa-apa terlambat.

Kemudian Houjou-san tertawa dengan elegan.

“Fufufu, tak apa-apa sudah kubilang sebelumnya, direktur sekolah ini adalah ayahku. Dan aku sudah bilang akan terlambat, jadi tidak apa-apa.”

“Begitukah..”

Tampaknya itu hanya firasatku. Syukurlah.

Jika karenaku dia dimarahi, aku benar-benar harus minta maaf.

Walau begitu, Direktur dari sekolah sebesar itu.. kupikir Houjou-san sangat elegan, tapi bagaimanapun ia juga kaya. Elegan? Kupikir itu memang hal yang dimilikinya

Aku penuh dengan aura orang miskin.

Ah, Ngomong-omong.. Aku harus pergi ke supermarket dalam perjalanan pulang. Karena hari ini adalah diskon spesial untuk telur.

Ketika mengikuti Houjou-san sambil memikirkan hal-hal biasa, aku mendapati diriku di depan pintu yang ditulis sebagai kantor direktur.

Houjou-san mengetuk pintu dan mendengar suara laki-laki yang elegan dari dalam.

Note : elegan mulu…

“Silahkan Masuk”

“Permisi”

“Pe-permisi!”

Aku menjawab itu dengan perasaan tegang, memasuki ruangan dengan mengikuti Houjou-san.

Didalam, ada sofa kulit, meja cokelat sehingga siapa pun dapat melihat bahwa kualitasnya bagus, di belakangnya ada meja untuk bekerja, dan pria paruh baya yang duduk.

Pria itu mungkin ayahnya Houjou-san. Jika Kau melihatnya lebih dekat, mereka terlihat mirip.

Pria itu menatapku ketika memasuki ruangan, dan untuk sesaat dia terkejut, tetapi segera menyambutku dengan tatapan lembut.

“Terimakasih telah datang. Saya adalah Tsukasa Houjou Direktur dari ‘Ousei Gakuen’. Yuuya Tenjou-kun.. Aku mendengar tentangmu dari putriku, Kaori. Terimakasih telah menyelamatkannya.”

Note : bapaknya ngomong pake watashi untuk nyebut diri sendiri.

Setelah sambutan yang sopan dengan menundukkan kepalanya, aku panik dan memintanya untuk mengangkatnya lagi.

“T-tolong angkat kepala anda! aku hanya membantunya, bukan hal besar..”

“Tidak, tak peduli apa yang kamu pikirkan, kamu sudah mengambil tindakan saat itu. Itu sesuatu yang harus dibanggakan.”

“Ya, Yuuya-san. Sekali lagi, Terima kasih banyak.”

Dikatakan begitu oleh keduanya aku cukup malu.

“A-aku mengerti. Itu aku menerimanya”

“.. Terimakasih”

Menerima terima kasih mereka, Keduanya mengangkat kepala.

Kemudian, aku bertanya apa yang menggangguku.

“Ngomong-ngomong, mengapa Houjou-sanjo sendirian saat itu? bukankah ia punya pengawal ..”

“Yuuya-san, tak perlu formal dengan menganggilku Houjou-san seperti itu, tolong panggil aku Kaori tanpa honorifik atau gelar kehormatan itu tak perlu, kamu tahu”

“Eh!? Tapi..”

“Putriku bilang dia baik-baik saja, dan sejak kalian seumuran, kamu tidak perlu begitu hormat seperti itu, bukan?”

“Ku-kupikir anda benar..”

Ketika menjawabnya meskipun agak canggung, Houjou-san.. Tidak, Kaori tersenyum.

“Sekarang Yuuya-kun, tentang pertanyaanmu sebelumnya, aku ingin Kaori menjalani kehidupan normal, dan dia tidak memiliki pendamping sejak dia masih muda.”

“Itulah yang aku inginkan secara pribadi. Aku tak akan bisa mandiri jika selalu ada pengawal, dan aku tak membutuhkan mereka untuk mencari pekerjaan juga, kan? Tetapi karena kejadian sebelumnya, aku harus membawanya bersamaku sekarang.” Kata Kaori sambil melihat wanita itu dalam penampilan pelayan.

“Saya juga merasa menyesal, tapi dia masih putriku. Dia penting bagi saya.”

“Begitu..”

Orang berduit, Orang kaya juga memiliki masalah juga. 

Itu sebabnya Aku tak akan diculik jika Kau menculik orang miskin sepertiku, aku tak memiliki tebusan apapun, tetapi jika kau kaya, kau akan sangat berisiko.

Tidak, kupikir penculikan itu benar-benar berbahaya. Penculikan saat itu juga. Tapi masih, mereka juga sama buruknya dengan Araki dkk dan juga, keamanan disana tak bisa dikatakan bagus.

Setelah membicarakan tentang itu, kami akhirnya masuk ke topik utama.

“Baiklah, Yuuya-kun sudah disini, kamu sudah mendengar alasannya kan.”

“I-iya. Aku ingin tahu apakah aku akan dipindahkan kesini.. “

Tsukasa-san mengangguk, ketika aku menjawab demikian.

“Itu benar. Aku ingin kamu pindah ke ‘Ousei Gakuen’ apa adanya.. Bagaimana? Tentu saja, ini juga merupakan ucapan terima kasih karena telah membantu putriku, jadi kamu tak perlu khawatir tentang biaya.”

“Tak mungkin!? Anda tak perlu berbuat sampai segitunya..!”

“Sudah kubilang padamu, ini tentang putri berhargaku. ini tidak seberapa”

Tsukasa yang mengatakan itu tertawa, mendengar itu dengan malunya pipi Kaori memerah.

…Ini keluarga yang rukun.

Sangat berbeda dariku.

Tapi sekarang aku punya Yoru. Itu bohong untuk mengatakan aku tidak kesepian, tapi keberadaan Yoru sangat berpengaruh.

“Jadi.. Apa yang kamu lakukan?”

“Aku.. bisakah aku pergi kesekolah ini..?”

‘Ousei Gakuen’ adalah sekolah yang sangat terkenal sehingga tak ada seorang pun di Jepang yang tak tahu.

Aku bahkan mendengar bahwa sebagian besar aktifis dijepang dan dunia berasal dari ‘Ousei Gakuen’

Dengan kata lain, hanya sebagian makhluk kecil yang terpilih… untuk sekolah di mana hanya para genius yang dapat hadir.

untuk sekolah seperti itu, aku tak punya bakat khusus…

Tsukasa-san dengan ramah berkata kepadaku yang menghadap kebawah.

“Yuuya-kun, menurutmu jenius itu, apa artinya bagimu”

“Eh? …. Orang yang bisa melakukan apapun”

“Benar juga. Lalu menurutku, genius adalah orang yang menemukan jawaban yang benar dan cara yang tepat untuk melakukan hal-hal dalam waktu yang lebih singkat daripada yang lain ketika mengerjakan sesuatu.――――Dengan kata lain, Kamu sama dengan orang lain. Jika berusaha, kamu akan lebih dekat dengan kebenaran.”

“…”

“Tentu saja, selain jenius, akan ada bakat yang berbeda. Tapi itu bukan sesuatu yang bisa Kamu putuskan sejak usia muda seperti ini. Cobalah banyak hal, bersenang-senanglah … belum terlambat untuk mencoba. Dan sekolah ini dibangun karena aku ingin anak-anak muda itu memiliki banyak pengalaman. Jadi kamu tidak perlu membenci diri sendiri. Mulai sekarang, kamu hanya perlu menghadapi dirimu secara perlahan.”

Kata-kata Tsukasa-san telah menembus hatiku.

Tak ada yang memberitahukan hal itu, kecuali kakekku.

Tak peduli apa yang kulakukan, aku dibandingkan dengan Youta dan Sora, dan apa pun yang kulakukan, aku dicap sebagai tak kompeten, dan setelah kematian Kakek, aku hanya bisa menerimanya dikatakan seperti ini…

Tsukasa-san menyarankan satu hal ketika berbagai perasaan berputar dalam diriku dan membuatku bingung.

“Yah, kamu pasti bermasalah ketika diberitahu berbagai hal dengan tiba-tiba. Jadi bagaimana kalau mengalaminya, menghadiri sekolah ini hanya satu hari hari ini?”

“Eh?”

Tiba-tiba terdengar suara bodoh dariku, tetapi Tsukasa-san terus tersenyum tanpa khawatir.

“Jika kamu ingin mencoba sekolah ini hari ini dan memutuskan untuk masuk sekolah, aku akan secara resmi menyambutmu lagi pada saat itu.”

Aku menerima saran itu dan hari ini, menjadi pengalaman di ‘Ousei Gakuen’.